Kategori

Produk Best Seller



Statistik User

Pengunjung hari ini : 268
Total pengunjung : 505322

Hits hari ini : 1105
Total Hits : 2717110

Pengunjung Online: 5

2717110



Cari Produk




Share
Share This OL'S


Link

Bahasa

Komunitas





Kamis, 22 September 2011 - 04:51:55 WIB
Dag Dig Dug Bermain Airsoft Gun
Diposting oleh : - Dibaca: 5491 kali

TEMPO Interaktif, Makassar - Di balik semak seseorang bersembunyi. Tak bergerak. Matanya mengintip dari balik lensa google dengan wajah berbalut balaclava. Sesekali melirik kanan-kiri. Jari telunjuk erat menempel pelatuk, siap menekan. Saat sesosok bayangan berkelebat, sekitar 15 meter di depannya, "prajurit" itu mengangkat badan, membidik sebentar, lalu... dor?

Itulah gambaran permainan airsoft gun. Ini merupakan permainan tembak-menembak menggunakan senjata mainan. Latar lokasi bisa hutan atau kota. Berbeda dengan permainan tembak-tembakan biasa, airsoft gun punya skenario dan menggunakan senjata api tiruan dengan berat dan ukuran sama persis dengan aslinya.

Permainan ini pertama kali populer di Jepang sekitar 1970-an. Idenya berkembang dan terus merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sekitar 1990-an, sejumlah klub penggemar airsoft gun bermunculan di beberapa kota besar. Ahmad Khatib Syamsuddin, seorang penggemar airsoft gun di Makassar, mengatakan permainan ini mengutamakan kekompakan tim. Pemain serasa menjadi jagoan dalam film aksi. "Seru dan bikin jantung deg-degan," kata dia.

Ia menuturkan, sebelum bertempur, para pemain dibagi menjadi dua tim. Kedua tim akan saling melumpuhkan. Pertempuran berlangsung menurut skenario yang telah disusun sebelumnya, termasuk area pertempuran. Jenis senapan laras panjang tiruan bisa digunakan, seperti M-4, AK-47, dan M-16. Semua mirip aslinya. Pemain bisa juga menggunakan senjata keluaran terbaru.

Semula, kata Ahmad, para pemain airsoft gun lebih suka bermain di Tanjung Bunga. Belakangan, mereka bergeser ke daerah Samata, perbatasan Gowa dan Makassar. "Di sana ada bekas perumahan tak dihuni. Medannya sangat cocok sebagai area pertempuran," jurnalis stasiun televisi swasta ini menuturkan.

Berbeda dengan pinball, bermain airsoft gun menuntut sportivitas tinggi, mengingat peluru sama sekali tak meninggalkan jejak di musuh."Yang kena tembak harus langsung mengaku dan teriak, 'Fit!'. Cuma pemain yang tertembak yang tahu pasti tembakan mengenai sasaran atau meleset," ia menjelaskan.

Selain bangunan kosong, permainan ini kerap memilih hutan, kebun, dan gedung. Dengan pakaian serba lengkap, setiap anggota wajib mengenakan pelindung, seperti pakaian tebal, kacamata, sepatu, dan pelindung kaki.

Peluru dalam permainan ini biasa disebut ball bullet (BB). Peluru berupa butiran plastik kecil ini tak boleh ditembakkan ke lawan main dalam jarak kurang dari 5 meter. Setiap anggota yang terkena tembakan harus keluar dari medan peperangan dan mengangkat senjata di atas kepala. "Untuk menghindari tembakan musuh," dia menjelaskan.

Fauzi Wibowo, penggemar lain, menuturkan, permainan airsoft gun bisa menjadi hobi mengasyikkan. Selain memupuk nilai sportivitas, ia berkilah, permainan jenis ini bisa melatih kesabaran, ketangkasan, dan kecerdikan menggunakan strategi melumpuhkan lawan. "Mahalnya peralatan menjadikan kegiatan ini masih terbatas pada kalangan tertentu," kata pengusaha muda ini. "Untuk perlengkapan dan beberapa jenis senjata, saya sudah habis sekitar Rp 10 juta."

Para pemain airsoft gun berkantong pas-pasan bisa saja mengakali persoalan harga peralatan mahal dengan membeli peralatan murah. Biasanya terdapat senjata buatan Cina. Harganya lebih terjangkau dibanding yang asli. "Dengan harga Rp 1 jutaan, kami sudah bisa dapat berbagai jenis senjata laras panjang," kata dia.

ARIFUDDIN KUNU

Berbagai Jenis Senjata

Jenis senjata dalam permainan airsoft gun digolongkan berdasarkan mekanisme pemakaian, yakni spring-powered atau bertenaga tekanan udara melalui kokangan, electric-powered atau bertenaga listrik/baterai, dan gas-powered atau bertenaga gas. Kini muncul model terbaru di pasar, yakni jenis hybrid airsoft gun.

Generasi terakhir ini menggunakan tenaga elektrik dengan fitur tambahan. Semakin mirip aslinya. Perbedaannya ada pada peluru. BB hybrid airsoft gun berbentuk silinder seperti peluru asli. Yudi, seorang pengusaha penyewaan airsoft gun, menuturkan, pada awal munculnya airsoft gun, banyak produk yang dijual menggunakan kokangan atau jenis spring-powered. Generasi selanjutnya muncul senjata bertenaga gas yang memerlukan suplai gas (CFC/freon) eksternal.

"Biasanya airsoft gun jenis ini memiliki tabung penyimpanan atau cadangan gas pada bodinya," kata dia. "Setelah jenis gas banyak dijual dan digunakan para pemain, termasuk Indonesia, jenis airsoft gun bertenaga listrik/elektrik menggunakan baterai isi ulang. Jenis ini dikenal dengan AEGs atau Automatic Electric Guns dan AEPs atau Automatic Electric Pistols."

Saat membeli senjata, bisa berdasarkan pada performa senapan. Acuannya adalah masa hidup baterai, jarak tembak, tingkat tembakan, akurasi, ketahanan, kemudahan mengatur atau customize, kapasitas magasin, serta ukuran dan berat airsoft gun.
Lebih penting lagi kenyamanan memegang dan memainkan serta mempelajari cara kerja senjata. Ini bisa menghindari kerusakan. "Untuk mengasah kemampuan menembak, teman-teman perlu berlatih menggunakan airsoft target yang biasanya menjadi aksesori."

ARIFUDDIN KUNU



Sharing Terkait

Organisasi Club Resmi Nasional








Order

: 085647475151 / 087835462168 / 081226217171
2A3841d0 / 2B1AD2B5
: hnugroho71@gmail.com
Pemilik : HARY NUGROHO
Lokasi : JL. RM. SAID 48 SURAKARTA - JAWA TENGAH



Rekening Bank


No. Rek. 138-00-0649554-8
a.n Hary Nugroho


No. Rek. 394-02-08105
a.n Hary Nugroho


Expedisi

















jasa pembuatan web murah seo murah solo 081548618037